Mulut, Kopi, dan Jas

Bahkan aku tidak berhak menelusuri
jeluk matamu beberapa detik
hingga amor memetik

Pagi itu juga berbunyi samarmu
yang mengunyah ambisiku
lebur menjadi ambigu

Aku akan jenguk semua keluhanmu
dengan mengendapi sari-sarinya
memeras hikmah-hikmahnya

Tapi matamu mengabarkan aku
yang tak menjalankan roda belakang
tak menyalakan tungku kenyataan

Singkat cerita
aku memenungkan mulut, kopi, dan jas
dan mengenggam jeluk matamu
lagi

2018.

No comments:

Post a Comment

Palung Terdalam

Arsip Ulun