Dung
Dat
Dang
Dut
Dung
Dat
Dang
Dut
tak ada dendang dan hentakan jempol lagi
kala ini
polantas lantas menyeru dengan suara bisik,
"tak boleh berdangdut di jalan tol."
biduan-biduan pun tak berani memprotes
sebab beruang satu-satunya yang pantas
sedang panggung dangdut sudah lusuh
dan bersuara serak basah
sebab
jalan tol hanya untuk roda empat
yang hening dengan cakap yang besar
hanya satu yang bisa diambil
dari pergolakan antara pohon,
gubuk, dan jalan tol:
beruang senang lebih dulu
dangdut menyepi dengan benalu
2019.
Puisi ini termaktub dalam antologi Wong Kenthir, Penyair Gila, Lumbung Puisi Indonesia 2020. Dapat dibeli dalam tautan: https://literanesia.com/wong-kenthir/
Aku suka
ReplyDeleteWah, terima kasih, Kak! Salam literasi.
Delete