Ketika kita berhubungan dengan pasangan, saya rasa yang selalu kita hadapi dan perlu nikmati dalam menjalani hidup bersama pasangan adalah cara pandangnya. Cara pandang menentukan kita dalam bersikap terhadap apapun dan siapapun, selalu ingin baik terhadap semua hal, atau juga bisa merasa buruk dan kesal kapan saja. Cara pandang juga sangat terlihat dari bagaimana seseorang menanggapi sesuatu atau mungkin langsung ditolak mentah-mentah tanpa berpikir panjang atau berkompromi dengan sesuatu ini.
Harta bisa berkurang, tahta bisa hilang, paras bisa memudar, tetapi cara pandang tidak berubah secara tiba-tiba. Jadi, setidaknya itu yang akan selalu kita temui. Cara pandang akan selalu melekat dan selalu tersaji di meja makan, lampu rumah, jam dinding, dan segala percakapan yang ada di kehidupan asmara kita.
Banyak harta, punya tahta, atau paras yang bersinar tetapi tidak mempunyai cara pandang yang mendukung untuk mempertahankan semuanya, pasti lama kelamaan akan habis. Berbeda jika seseorang yang biasa, mempunyai cara pandang yang terbuka dan selalu menerima segala tantangan, pasti akan mempunyai jalan yang bisa lebih mudah dalam menggapai segala hal. Ini bukan soal kekayaan atau kehebatan, karena itu tidak selamanya menjadi ukuran, atau bahkan memang tidak bisa menjadi ukuran. Dengan cara pandang yang terbuka, hidup akan lebih damai, saya rasa begitu.
Cara pandang adalah cara kita melihat setiap sesuatu dan mengartikan hal tersebut sesuai pemikiran anda. Cara pandang atau juga biasa disebut persepsi, bisa terbentuk karena pengalaman, suasana, kesan terhadap orang lain, kebutuhan, kemauan dan bisa jadi, gaya hidup. Cara pandang menjadi ‘wajah’ kita, yang dilihat orang lain kita berhubungan.
Cara pandang dalam menghadapi masalah, misalnya. Ada beberapa yang mengganggap masalah adalah hal yang lumrah dan bisa berujung kebaikan, tetapi ada pula yang menganggap bahwa masalah harus dihindari, karena akan mengakibatkan keruwetan. Dalam berhubungan pasangan juga begitu, ada pasangan yang merasa bisa menghadapi masalahnya sendiri-sendiri, ada pula yang merasa perlu kerja sama dalam menghadapi masalah.
Kalian merasa, tidak, sih, kalau kita selalu membandingkan, membeda-bedakan atau menyamakan orang berdasarkan cara pandangnya. Melihat kesan pertama orang lain pasti dari bagaimana ia menanggapi sesuatu dan tentu dirimu. Dengan kesan itu, dijadikan alasan untuk bagaimana dalam bersikap jika berhubungan dengan orang yang dimaksud.
Kuncinya adalah menerima perbedaan. Perbedaan cara pandang, dalam hal berpendapat akan sesuatu dan mengambil sudut pandang. Kadang-kadang kita tidak bisa menerima hal yang tidak kita sukai, tidak kita prediksi, hal baru yang bertentangan dengan diri kita. Sehingga kita terbiasa untuk menolak sesuatu yang baru, yang belum tentu kita kenal. Padahal, bisa jadi itu menguntungkan dan baik untuk kehidupan kita. Kita mesti berdamai dengan perbedaan dan perubahan, supaya tidak kaget dan trauma akan kebaruan. Kenapa? Karena selama kita hidup, kita akan menghadapi perbedaan. Bukan berarti harus menerima dan membenarkan semua hal yang baru, tetapi jangan sampai kita tertutup akan hal baru yang mungkin bisa mengubah kita menjadi sesuatu yang kita inginkan.
Artinya, kita tidak bisa menjamin kebahagian hanya karena harta, tahta, atau bahkan paras, Bro. Cara pandang yang menentukan hidupmu berjalan. Cara pandang yang menentukan dirimu melihat dan dilihat orang lain. Kamu bilang hanya dengan harta kita bisa merasakan apa yang disebut bahagia dan kamu bilang itu tulus? Come on, Bro.
Jadi, kita tetap bisa terbuka akan segala hal untuk menghadapi dunia yang sesuai dengan apa yang diinginkan. By the way, selamat bergandengan dengan cara pandang orang lain, Cinta!
No comments:
Post a Comment