Puisi Ini Memang Sampah


Puisi ini memang sampah
baunya sampai ke hidung mancung anda
: menusuk, menyebarkan harum yang fana.

Kata-kata ini ditumpuk sefrekuensi
yang sama-sama sudah lama membasi
—termasuk diksi minyak, rima plastik,
pembalut imaji, dan puntung tipograf
yang masih menyala.

Tapi aneh, ya
anda masih membaca sampai larik ini
Larik ini
Larik ini
Dan
Larik ini.

Anda menyukaiku
—yang sampah.

2018—2019

No comments:

Post a Comment

Palung Terdalam

Arsip Ulun