Dewasa ini, semakin beragam genre novel yang dibuat. Dari kisah percintaan, horror, action, dan yang juga banyak digemari sekarang, novel komedi. Novel beraliran komedi menjadi favorit, karena tulisan-tulisan lucu gampang dicerna pembaca dan tak jarang bisa membuat pembaca ‘gila’, tertawa sendiri karena membaca novel komedi.
Banyak sekali penulis novel komedi yang melejit
dengan sekejap mata karena tulisan-tulisan menghiburnya. Salah satunya,
Stephanie Josephine, penulis novel komedi, dan dia perempuan. Jarang sekali
penulis perempuan punya minat menulis novel bertemakan komedi. Salah satu novel
terkenalnya berjudul The Freaky Teppy.
Kemudian yang paling fenomenal, Raditya Dika,
biasa disapa Radit, atau dika, penulis sekaligus komika (sebutan untuk pelawak
tunggal), yang mengawali karir menulisnya sebagai blogger, kemudian sukses
penarik peminat sehingga dibukukan. Buku pertamanya berhasil dirilis pada tahun
2005 yang berjudul Kambing Jantan: Sebuah
Catatan Harian Pelajar Bodoh berhasil masuk kategori Best Seller. Buku ini berkonsep buku harian dan berisi 235 halaman,
yang ditulis berdasarkan kejadian asli sang penulis saat ia kuliah di Adelaide,
Australia. Saking populernya, novel berjudul nama hewan tersebut difilmkan pada
tahun 2009. Dika membintangi sendiri film yang terinspirasi dari bukunya itu.
Sebenarnya, buku Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh belum dianggap
novel komedi, karena memakai banyak gaya bahasa baru, bisa dibilang Dika
membuat genre baru karena novel itu. Apalagi gaya penulisannya seperti buku diary. Namun pada kenyataan Dika
terkenal sebagai penulis buku komedi selepas merilis buku itu.
Buku keduanya berjudul Cinta Brontosaurus, diterbitkan pada tahun 2006. Hampir sama dengan buku sebelumnya,
cerita-cerita dalam buku ini berasal dari kisah keseharian Dika. Hanya saja,
buku kedua ini menggunakan format cerita pendek (cerpen) yang bercerita
mengenai pengalaman cinta Radit yang sepertinya selalu tidak
beruntung. Isi dari buku ini meliputi kisah dari sewaktu Radit mengirim surat
cinta pertama ke teman saat SD, hingga pengalaman Radit memerhatikan kucing
Persia-nya yang jatuh cinta dengan kucing kampung tetangganya.
Kemudian, buku ketiganya yang berjudul Radikus
Makankakus: Bukan Binatang Biasa
terbit pada tanggal 29 Agustus 2007. Buku ketiga ini mengisahkan Radit yang
pernah menjadi badut Monas dalam sehari, mengajar bimbingan belajar, lalu saat
Radit dikira hantu penunggu WC, sampai cerita mengenai kutukan orang NTB.
Sementara, buku keempatnya berjudul Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang terbit pada bulan April 2008.
Kemudian pada tahun 2010, Radit kembali
merilis bukunya. Kali ini berjudul Marmut
Merah Jambu. Garis besar buku ini menceritakan kisah asmara Radit, yang
dimulai dari gagal PDKT, sampai ditolak mentah-mentah, sehingga Radit seperti
menyimpan perasaan cintanya karena takut ditolak lagi.
Lagi, pada tahun 2011 Radit kembali
memunculkan bukunya. Kali ini berjudul Manusia
Setengah Salmon. Novel ini banyak menceritakan tentang kata
"pindah" semu orang pasti mengalami yang namanya perpindahan dari
mulai, pindah rumah, pindah pekerjaan, pindah status, dan pindah hati. Ada juga
keunikan dari novel ini adalah dari judulnya dan judul tiap babnya yang memang
jarang digunakan penulis lain untuk dijadikan sebagai judul. Contonya,
penggalauan, sepotong hati dalam kardus cokelat, emo.. emo.. emotikon,
jomblonology, dan masih banyak lagi, hampir semuanya.
Kemudian baru pada tahun 2015, Radit
kembali mengeluarkan karya tulis komedi terbarunya. Buku kali ini berjudul Koala Kumal. Koala kumal ini bercerita seputar patah
hati, dari Dika yang masih SD kemudian ketika SMA sampai jadi mahasiswa atau
bahkan yang masih hangat-hangatnya setahun yang lalu. Semuanya dikupas dan
dituangkan disini.
Keunikan buku yang Radit buat ada pada kata-katanya
atau gaya bahasa dan penggunaan kata yang digunakan Radit juga sangat mengena,
walaupun kata-katanya banyak slenge-an
tetapi dia tahu bahwa kata-kata itulah yang mudah untuk dipahami oleh pembaca,
apalagi anak-anak muda jaman sekarang. Dika tanpa ragu dan secara blak-blakan
menulis apa yang ingin dia tulis, benar-benar membuat pembaca ngakak tanpa henti.
Kombinasi komik yang diselipkan dalam beberapa cerita di bukunya membuatnya
terlihat menarik dan menyegarkan mata, termasuk di buku Koala Kumal. Hebatnya lagi, Radit sukses mentransformasikan setiap
kejadian lucu di buku kepada pembaca, sehingga pembaca terbawa ke
situasi-situasi tersebut.
Bibliografi
Anonim.
(t.thn.). Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh. Dipetik
November 2, 2016, dari Wikipedia:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kambing_Jantan:_Sebuah_Catatan_Harian_Pelajar_Bodoh
Gentafatwa, A. (2015). Resensi Novel Marmut Merah Jambu Raditya Dika.
Diambil kembali dari Kompasiana:
http://www.kompasiana.com/arzygentafatwa/resensi-novel-marmut-merah-jambu-raditya-dika_56337a512523bdd20a4aaa4c
Nada, I. (2015). Resensi Novel Koala Kumal. Diambil kembali dari
Pena Kecil:
http://penonme.blogspot.co.id/2015/02/resensi-novel-koala-kumal.html
Nazhifah, N. (2016). Resensi Novel Manusia Setengah Salmon.
Diambil kembali dari Naurahnazifah:
http://naurahnazhifah11.blogspot.co.id/2016/03/resensi-novel-manusia-setengah-salmon.html

No comments:
Post a Comment